June 30, 2009

Hidup Bukan Tujuan tapi Suatu Perjalanan

Beberapa waktu lalu saya diajak beberapa teman berdebat masalah agama , sebenarnya gue pribadi paling males kalo diajak ngobrol masalah seperti itu, kalau di tanyapun masalah , "agama loe tuh apa sih?" saya paling cuma menjawab...gue pokoknya ikut Sang pencipta deh, cuma kali ini dengan persyaratan bahwa kita akan ngobrolin dengan kepala yang dibuka agak lebaran dan membuang jauh segala idealis akhirnya gue mau ngobrol soal hal yang sebenernya paling males ngebahasnya. Berawal dari pertanyaan, "Menurut loe agama mana yang paling benar?".

Menurut gue agama itu bukan dilihat dari segi mana yang paling bener dan mana yang salah. karena dari apa yang gue tau agama itu di ciptakan sebagai landasan seorang manusia, sebagai sebuah landasan seperti halnya sebuah tanah atau tempat berpijak, pastilah ada sesuatu yang tidak sempurna, dan itu bukan berarti satu agama itu jelek atau sesat. Karena tujuan dari agama itu sendiri agar membuat manusia menjadi baik, dan semua yang diajarkan juga pastinya sesuatu yang positif. Tapi hal- hal itu dan banyak juga hal2 lain di hidup ini yang sering disalah artikan dan dipergunakan dengan cara yang salah, dengan interpertasi yang salah. Sebuah kitab adalah suatu kesatuan yang utuh dimana didalamnya mempunyai suatu cerita yang saling berkaitan, kalo kita hanya mengambil satu ayat atau satu pasal aja, dengan tidak mengerti ayat dan fasal yang lain pastinya kita nggak akan mencapai satu pengertian yang maksimal.

Seperti juga manusia, kita ini dari awal penciptaan manusia pertama hingga sampai pada saat ini bukannya kita melalui sebuah rentetan sejarah, dimana dalam sejarah itu satu dengan yang lain itu berkaitan, nggak bisa kita pilah- pilah memilih sepenggal sejarah saja yang kita akui dan yang lainnya kita hiraukan. Rentetan itu bagai susunan tubuh , ada kepala, ada leher ada badan ada kaki dll, kalau kita cuma mau liat badan aja , apa kita tau mahluk apa yang dimaksud. juga bila kita cuma mau liat kaki atau kepala nya saja, nggak akan bisa dengan konkrit kita mengetahui dan tidak akan sempurna penyimpulan kita.
Belum lagi orang - orang yang cuma asala jeplak, berdasarkan kata si ini dan si itu, padahal dia secara pribadi tidak pernah mengetahui hal tersebut, hanya berdasarkan perkataan "KATANYA"...
dengan berbekal perkataan "katanya" orang bisa dengan yakin dan pastinya merasa benar, ini bisa di umpamakan seperti permainan melempar kata, dimana seseorang membisikan kalimat kepada seseorang dan orang itu membisikan lagi kalimat keorang2 berikutnya, kalimat awal yang misalnya berbunyi "binatang itu namanya ayam", bisa saja sampai ditelinga orang ke 6 berbunyi "bintang itu bernama malam", dengan bunyi yang hampir sama dengan maksud yang sungguh jauh berbeda.

Itu masih belum seberapa, dengan semua dasar sifat manusia yang dimana setiap manusia memiliki sifat positif dan negatif, tidak bisa dihindari orang 2 yang ingin memenuhi hawa napsu dan memakai hal2 yang salah kaprah menjadi sebuah pendukung untuk mencapai kepentingan pribadi.

Kalau gue secara pribadi yakin kalau agama itu diciptakan agar manusia menjadi baik, intinya tidak saling menyakiti, dan menghargai sesama juga yang pasti menghormati Sang Pencipta, yang udah nyiptain manusia dan bumi ini. Sekarang kalo dibilang orang yang beragama A itu yang benar dan yang beragama B itu pendosa dan masuk neraka dan harus dibinasakan, satu yang gue mau tanya sama orang2 yang punya pikiran kayak gitu "siapa eloe? Tuhan? yakin loe udah paling bener? yakin loe bakal masuk surga? emang surga itu kayak apa? emang neraka itu kayak apa? udah pernah liat? udah pernah dapet data konkrit?", gue bukannya orang yang menghargai soal konsep surga dan neraka.
Cuma ngeributin surga dan neraka dimana yang diributin soal itu tempat layak untuk jadi tempatnya siapa, sama aja kayak loe lagi berdebat sama orang soal tanah, dan tentang siapa yang berhak atas kepemilikan tanah itu dimana loe dan orang yang diajak berdebat itu nggak pernah tau dimana tanah itu gimana bentuknya, dan yang paling penting sebenernya tanah itu ada atau nggak. Karena untuk mengetahui ada dan tidaknya nya tempat tersebut loe harus nggak napak lagi di bumi alias mati. nah kalaupun akhirnya loe tau apapun jawabannya toh loe nggak bisa kasih konfirmasi sama orang itu tempat ada nggak. Tapi itu pun buat gue pribadi bukan satu hal yang penting. Apa selama hidup yang loe pikirin cuma perkara surga sama neraka, kita diciptain itu untuk apa sih? hidup bukan? dan apa tujuan kita dikasih kesempatan hidup itu cuma buat nyari kesalahan dan siapa yang salah siapa yang bener.
Kita diberi hidup untuk dinikmati dan dijalani, dimana seperti halnya kalo kita dikasih sesuatu pastinya yah harus dirawat harus dipakai dengan baik untuk menunjukan satu penghargaan dengan yang sudah memberi kita hidup.

Sekarang ini banyak orang yang menjadi tidak ber Tuhan bukan karena salah tuhan itu sendiri tapi karena banyak orang yang mengatas namakan Tuhan untuk hal2 pribadi dan kepentingan golongan2 , bukan agama yang salah bukan juga Tuhan yang salah, tapi orang2 dan oknum2 nya yang salah. Tuhan itu sendiri juga adalah sebuah nama yang diberikan sebuah sebutan yang diberikan untuk sang maha pencipta "The creator".
Segimananya panjang dan banyaknya teori masalah penciptaan, dan adanya bumi dan segenap mahluk hidup, pastilah ada yang bikin. Maaf gue nggak pake bahasa tinggi2, ini hanya sebagai logika otak gue yang simple.

Dan masalah agama itu adalah masalah pribadi, masalah hati, apa yang sesuai dengan nurani dan kenyamanan, dan itu adalah hak setiap individu untuk memilih, dan kita kayaknya kurang layak untuk memberikan penilaian mana agama yang salah dan mana yang benar.

Nikmatin hidup, dan biarkan orang lain dengan hidupnya, hidup bukan tujuan tapi perjalanan. Its a Time of your life so...live it well


ps; sorry kalau ada salah salah dalam perkataan, apa yang ada diatas nggak merujuk ke golongan, aliran dan agama manapun..thanks

0 comments: