Gue sering mendengar komen dari temen2 atau bahkan keluarga gue yang selalu bilang ke gue, "loe kok kayaknya santai banget sih", atau "kamu itu terlalu santai dalam hidup", dan banyak pernyataan- pernyataan lain yang mengungkapkan sama mempertanyakan tentang santainya hidup gue.
Awal2 semua peryataan dan pertanyaan itu bikin gue mikir, santai...ehmmm kayaknya nggak juga yah...tapi mungkin kalo orang liat dari luar bisa jadi juga keliatan seperti itu, tapi kalo dibilang hidup gue santai, mungkin agak kurang pas, gue lebih seneng kalo kata santai itu diganti dengan kata nikmat, atau dengan kata2 yang lebih enak lagi, "hidup gue nikmat".
Bukan berarti gue nggak punya masalah loh, namanya manusia pasti punya namanya masalah, dan yang namanya masalah itu adalah salah satu sahabat karib dari sebuah kehidupan, cuma gimana kita menghadapi dan memndang masalah itu aja, simple tapi nggak segitu simplenya buat di jalanin.
Gue sering juga dapet pertanyaan, pop kok loe keliatannya nggak pernah susah, atau kok loe nggak pernah sedih, kayaknya kok loe seneng terus...jawabannya...wah gue nggak normal kalo nggak pernah sedih, kalo otak gue mulai geser dikit baru gue nggak pernah sedih, pasti pernah lah yah namanya sedih, yang balik2 lagi yang namanya manusia hidup yang normal yah pasti lengkap emosinya.
Gue pernah sedih, gue pernah punya masalah, gue punya rintangan2 dalam hidup, tapi kalo buat gue hidup ini terlalu menyenangkan dan terlalu berharga kalo cuma diisi sama ratapan, keluhan, dan penyesalan, apalagi nestapa (bahasa gue bo!!!).
Ngerasain perasaan sedih tuh nggak enak loh, cuma setiap manusia dalam hidup pasti pernah singgah di rasa itu. Kehilangan, kecewa, marah, disakitin, sakit dll itu bagian yang sangat normal dimiliki oleh manusia...dan sangat manusiawi sekali.
Dulu gue pernah punya masalah yang besar banget, dan masalah ini lumayan bikin gue stress, terus sahabat gue ( yang sekarang udah jadi laki gue) bilang ,"seberapa besar masalah yang kita hadapi, disuatu penghujung bakal ada akhirnya, dimana akhir itu berupa sebuah pilihan dimana kita harus memilih. Seberapa pahit pilihan yang kita ambil, suatu hari kita akan tertawa melihat semua masalah dan kesedihan kita kelak". Kata2 itu mungkin simple tapi sangat berat dilakuinnya. Sampai sekarang sebesar apapun masalah yang gue hadapin, gue selalu bawa pesan itu di otak gue.
Gue sendiri sempat ngelontarin pemikiran gue sama temen gue yang suka curhat sama gue. Kalo orang india punya massala tea, gue punya masalah tea, gue minum teh tiap hari, dan gue nikmati teh itu, pada awal teh itu diseduh , jangan langsung diminum, karena bibir loe bakal melepuh, rasanya juga nggak akan jadi nikmat, seruput pelan2 sambil ditiup biar anget, baru bisa nikmati dan diminum pelan2, sampai akhirnya habis. Esok atau lusa kamu minum teh masalah lagi mungkin dengar cangkir yang berbeda, mungkin dengan porsi yang juga berbeda, tapi namanya tetap teh masalah namanya, dan loe kurang lebih udah sedikit banyak tau celh meminumnya.
Seberapa besar masalah seberapa pahit hidup kalau kita tau celahnya, dan tau cara menyikapinya maka hidup itu nggak seberat dan sepelik apa yang kita lihat, dan pastinya hidup ini bisa dinikmati.
July 12, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment