Kata kosong itu menjelaskan sesuatu wadah yang tanpa isi, entah itu isi memang sudah habis, atau belum diisi sama sekali. Kadang kosong menggambarkan sesuatu yang hampa atau kesunyian, kesepian. Kadang juga kata kosong bisa menggambarkan sesuatu yang nggak bisa dilihat dan dijelaskan dengan deskripsi daya tangkap indera2 dalam raga jasmani, tak terlihat nggak bisa didengar dan nggak bisa dirasa dengan sentuhan.
Kalau sebuah gelas kosong atau mangkuk atau wadah lain kosong kita bisa mengisi dengan banyak hal, ambil air atau apa saja untuk mengisinya dengan lumayan mudah. Tapi bila sesuatu yang bernama jiwa atau perasaan mengalami kekosongan, nah ini membutuhkan satu cara dan trik yang khusus untuk mengisinya kembali.
Jiwa dan rasa yang terasa kosong itu pasti rasanya nggak enak, kadang bisa bikin orang jadi serba salah, kadang juga bisa bikin tekanan darah cepat naiknya, bawaannya bisa juga jadi sedih nggak jelas. Temen deket gue pernah dengan desprate nya bilang dia ngerasa kosong, hampa, tapi nggak jelas karena apa, sebab juga nggak jelas, apa2 pokoknya nggak jelas. jadinya dia stress sendiri, kadang bisa nangis sendiri, kadang kesel sendiri karena dia nggak tau harus ngapain.
Biasa kalau dia ngomong ke orang atau temennya pasti langsung dilariinnya ke hal agama, disuruh berdoa, disuruh ke tempat ibadah, baca kitab suci, denger lagu2 rohani dll, tapi buat nggak semudah itu loh, mungkin kalau penyebabnya jelas karena sebuah masalah dll bisa aja cara itu dipakai.
Dalam setiap hidup seseorang pasti ada fase Kosong tersebut, cuma tergantung tingkat dan ke-sensitifan seseorang, kadang ada yang nggak dirasa, kadang karena rasa itu sudah berjalan terlalu lama, maka rasanya jadi kerasa banget. Atau malah kadang sangking tidak menemukan jawaban, atau tidak tau pemecahannya, juga nggak punya teman buat membicarakan kekososngan itu, kadang orang membiarkan saja kekosongan itu sehingga hal tersebut berlarut, dan menjadi sebuah lubang kecil dalam diri kita yang mengakibatkan ada satu sudut yang selalu bocor. Satu kerusakan yang berupa bocor itu kalau di biarkan akan merambat ke tempat lain, bisa tambah besar, bisa tambah parah.
Beberapa orang berusaha mengobati dan mengisinya dengan cara menghabiskan waktu lebih dengan teman atau kerabatnya, karena dipikir dengan ngobrol2 atau have fun bisa mengatasinya, ada juga yang terus menerus meminta pencerahan secara religius, ada juga yang melarikannya dengan melakukan aktifitas2 lain. Ada yang berhasil, ada juga yang akhirnya karena putus asa mencari dan nggak menemukannya jadinya masa bodoh saja.
Kadang orang2 dekat atau kerabat dan temen2 gue yang selalu liat gue yang doyan cengengesan menyangka kalau gue nggak pernah ngelewatin masa seperti ini, duh...gue juga manusia bo.. gue pernah kok lewatin masa- masa seperti ini, dan nggak cuma sekali dua kali, cuma gue mungkin tergolong satu diantara orang yang susah untuk membicarakan sesuatu yang kurang enak didiri gue ke orang lain, jadinya gue lebih memilih untuk menyelesaikannya sendiri.
Yang pastinya hal pertama yang harus diketahui saat kita ngerasa seperti ini ,kita harus bener bener cari apa penyebabnya, kenapa sih rasa itu bisa mampir ke perasaan kita, apa sih yang bikin kita seperti itu?, nggak akan mudah memang, dan bisa butuh waktu yang lumayan untuk bisa melihat penyebabnya.cuma lebih baik menjalani dan memberikan cukup waktu untuk diri kita dan jangan terburu- buru, karena diri kita yang paling tau apa yang terjadi dengan kita ..bukan orang lain, bukan orrang tua, bukan saudara, bukan sahabat, bukan pacar, bukan juga suami/ istri kita, kunci utama yah didiri sendiri.
Setelah menemukan jawaban kenapa baru kita bisa menanggapi dan mencari solusinya, dan soluci terbaik juga ada didiri kita, karena sekali lagi yang paling tau hal terbaik untuk diri kita adalah kita sendiri.
Mungkin buat orang yang baca ini, ngerasa ahhh ini sih nggak memecahkan masalah sama sekali , tetep aja kita yang harus nyelesain, yah memang karena tidak ada yang lebih mengenal dirimu selain dirimu sendiri, yang punya kunci atas diri kita yah diri kita sendiri, bukan orang lain, bukan materi dll.
kebahagiaan, kesedihan, dan emosi2 dalam diri kita cuma kita saja yang paling mengerti, itu datang dari diri sendiri, dan cuma diri sendiri yang tau jawabannya.
Orang lain cuma bisa meringankan, dan memberi masukan, tapi tidak untuk menyelesaikan.
August 05, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment